Berita Terbaru 2017

Jumat, 11 Mei 2018

Ketua Komisi V DPR Ini Anggap Pembangunan Infrastruktur Hanya Pencitraan

Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) meninjau Jalan Tol Trans Sumatera ruas gerbang tol Kualanamu saat diresmikan di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (13/10/2017). Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol Trans Sumatera ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61,72 km dan Medan-Binjai sepanjang 10,6 km yang telah siap dioperasikan.

JAKARTA, Berita Pojok - Pembagunan infrastruktur yang sedang dipercepat oleh pemerintah, dinilai belum banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Menurut Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis, pembangunan infrastruktur justru hanya menjadi ajang pencitraan bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadapi kontestasi politik pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
"Kita lihat semua target-target berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, itu ujungnya kalau tidak harus diselesaikan 2018, 2019," kata Fary dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Pencitraan tersebut, kata Fary, terlihat dari banyaknya pemberitaan tentang pembangunan infrastruktur yang muncul di media massa, baik cetak maupun elektronik. Padahal, bila dilihat dari anggaran yang dialokasikan, sebenarnya tidak terlalu besar.
Fary yang berasal dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mewakili Dapil Nusa Tenggara Timur II menjelaskan, pada 2015 lalu, anggaran pembangunan yang diusulkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp 114,8 triliun, sementara yang disetujui Rp 110,8 triliun.
Kemudian pada 2016, anggaran yang disetujui senilai Rp 98,1 triliun dari usulan Rp 169,4 triliun.
Sementara pada 2017 anggaran yang diberikan di bawah 50 persen dari usulan Rp 209 triliun, yakni hanya Rp 103,1 triliun yang disetujui.
Terakhir pada tahun ini, dari kebutuhan Rp 221,3 triliun, anggaran yang disetujui untuk Kementerian PUPR hanya Rp 106,2 triliun.
"Jadi kalau dikatakan bahwa ini di media, di koran, banyak sekali pengeluaran infrastruktur itu, pembangunannya yang banyak, atau beritanya yang banyak?," tuntas Fary.

Sumber : KOMPAS.com

Mahathir Menang, Fahri: Indonesia pun akan Punya Pemimpin Baru


Mahathir Menang, Fahri: Indonesia akan Punya Pemimpin Baru - JPNN.COM
JAKARTA, Berita Pojok - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan kemenangan Pakatan Harapan melawan Barisan Nasional, serta mengangkat Mahathir Mohamad menjadi perdana menteri Malaysia, adalah sebuah fenomena yang harus dicermati politisi khususnya petahana di Indonesia.
Menurut Fahri fenomena di Malaysia itu menunjukkan bahwa perubahan politik bisa berlangsung lebih cepat. Kekuasaan yang begitu kuat dan mengontrol jalannya negara bisa tumbang dalam waktu yang sangat singkat.

"Apalagi kalau kekuasaan belum terlalu kuat, yang kelihatan centang perenang dan galau itu akan lebih mudah untuk ditumbangkan," kata Fahri, Jumat (11/5) kepada wartawan.
Menurut Fahri, kemenangan Mahathir dan kawan-kawan di pemilu Malaysia merupakan peringatan keras bagi pemerintah di Indonesia agar berhati-hati membaca perasaan dan aspirasi masyarakat.
"Kalau tidak, gejala tumbangnya pemerintahan sudah nampak di depan mata. Jadi waspadalah. Kelihatannya memang kita (Indonesia) akan memiliki pemimpin baru tahun depan," ujar dia.
Pemimpin baru itu, kata Fahri, cirinya adalah orang yang lebih mengerti perasaan masyarakat, yang akan sanggup menjadi juru bicara perasaan yang tidak terucapkan.
Nah, kata dia, itu akan datang suatu kelompok dan generasi yang mengerti apa yang sedang terjadi dan bagaimana melihat masa depan secara lebih baik dan optimistis.
"Sepertinya kekuasaan yang ada sekarang ini dan koalisi pemerintah yang ada sekarang ini akan berakhir. Cukup sampai di sini," katanya.

Sumber : jpnn.com

Aksi 115: Kalau Sarden Ada Cacingnya, Jangan Omong 2 Periode


Aksi 115: Kalau Sarden Ada Cacingnya, Jangan Omong 2 Periode - JPNN.COM
JAKARTA, Berita Pojok - Aksi solidaritas untuk Baitul Maqdis atau Aksi 115 di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (11/5) diwarnai dengan seruan ganti presiden pada Pilpres 2019 nanti.
Seruan tersebut dilontarkan oleh Wakil Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) KH Ja'far Shodiq. Ja'far mulanya menyampaikan, aksi ini adalah terjemahan konstitusi negara untuk mengecam Israel dan sekutunya atas penjajahan di Palestina.
Hal itu, menurutnya sebagaimana diatur dalam Pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 yang mengatakan kemerdekaan adalah hak segala bangsa.

"Konstitusi negara ini adalah setiap penjajahan harus dihapuskan," kata Ja'far saat berorasi di depan massa aksi.
Namun, dia melihat negara saat ini tidak hadir saat Amerika Serikat membuka kedutaan di Yarusalem. Padahal, negara selama ini sering mengirim pasukan Garuda untuk misi perdamaian di sejumlah negara tapi tak pernah mengirimkannya di Palestina.
"Kalau pemerintah tidak mau ikut serta dalam berjuang, serahkan senjata kepada laskar-laskar Islam. Serahkan senjata pada kami umat Islam," kata dia.
Oleh karena itu, Ja'far mengatakan, Presiden Joko Widodo tidak pantas untuk dipilih lagi karena abai terhadap penjajahan. "Kalau kau tetap begitu, maka ibu-ibu pakai konde. Kalau ikan sarden ada cacingnya, jangan bicara dua periode, 2019 ganti presiden," kata dia.

Sumber : jpnn.com

Polisi Minta Keluarga Ambil Jenazah Napi Teroris yang Tewas


Gambar terkait
Berita Pojok - Jenazah Beni Samsutrisno, narapidana teroris yang terlibat kericuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, masih berada di ruang jenazah Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Kepala Instalansi Forensik Rumah Sakit Polri, Kombes Edi Purnomo pun meminta pihak keluarga untuk datang ke RS Polri dan mengambil jenazah Beni.
"Belum diambil. Belum ada dan datang keluarganya. Makanya, kami minta keluarga untuk datang ke sini (RS Polri)," kata Edi kepada VIVA, Jumat 11 Mei 2018.

Edi menjelaskan, jika tak keluarga yang datang, pihak RS Polri tidak bisa melakukan proses serah terima. Bahkan, pihaknya tidak bisa mengonfirmasi secara detail mengenai identitas narapidana tersebut.
"Kalau tidak ada keluarganya, gimana saya melepasnya, sama siapa? Kan, harus ada serah terima jenazah, harus ada bikin tanda tangan kematian dan ada administrasi," katanya.
Sebelumnya, kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat terjadi pada Selasa 8 Mei 2018. Dalam insiden tersebut, lima polisi dan satu narapidana teroris dikabarkan tewas.
Lima polisi yang tewas ialah Bripda Wahyu Catur Pamungka, Bripda Syukron Fadhil Idensos, Ipda Rospuji, Bripka Denny, Briptu Fandi. Sedangkan narapidana teroris yang tewas ialah Beni Samsutrisno.
Usai 36 jam insiden kerusuhan dan penyanderaan, akhirnya polisi berhasil mengamankan keadaan. Para narapidana pun menyerahkan diri dan saat ini polisi sedang melakukan proses olah Tempat Kejadian Perkara.

Sumber : viva.co.id

Amien Rais: Kalau Prabowo Menang, Klop dengan Mahathir


image_title
Berita Pojok – Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional atau PAN, Amien Rais menilai bulan Ramadan menjadi momentum yang baik berdoa untuk memanjatkan harapan mendapatkan pemimpin baru yang baik untuk bangsa Indonesia.
Menurutnya, pemimpin baru yang diperlukan, yaitu tak berpihak kepada asing.
"Jadi, saya pesan nanti, setelah buka puasa juga berdoa, agar Indonesia mendapatkan pemimpin baru yang baik. Tidak berpihak kepada asing maupun aseng," kata Amien, saat mengisi acara pengajian di Masjid Muthohirin, Umbulharjo, Yogyakarta, Kamis malam, 10 Mei 2018.

Menurutnya, warga Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) jika salah pilih lagi, umat Islam akan terpinggirkan. Apalagi, secara konstitusi pergantian pemimpin negara butuh waktu lima tahun.
"Jadi, kalau umat Muhammadiyah dan NU selalu berdoa diberikan pemimpin yang baik, maka tahun 2019 ganti Presiden," ujarnya.
Kemudian, Amien juga menyindir Indonesia adalah negara yang suka memberi sedekah kepada negara lain. Sedekah ini, yaitu rela untuk memenuhi kebutuhan negara lain.
"Semoga Indonesia mendapat barokah, karena senang bersedekah kepada negara asing dan aseng," sindir Amien Rais.
Amien juga menyoroti momentum kemenangan Mahathir Mohamad dalam pemilu di Malaysia. Kemenangan Mahathir melawan perdana menteri Najib Razak, menurutnya, menunjukkan pemimpin yang pro asing dan aseng tidak didukung oleh rakyat.
Ia pun berharap, bila Prabowo Subianto maju dan menang di Pilpres 2019, maka akan klop dengan Mahathir.
"Kalau Prabowo menang dan bertemu dengan Mahathir, maka sudah sangat klop. Keduanya, anti asing dan aseng," tuturnya.

Sumber : VIVA.co.id

Rabu, 09 Mei 2018

Mako Brimob Rusuh, Ahok Baik-baik Saja, Ajak Berdoa



Jakarta, Berita Pojok - Kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, masih dalam penanganan. Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang ditahan di sana, dipastikan dalam keadaan baik-baik saja.
Hal itu disampaikan tim BTP melalui akun Instagram Basuki Tjahaja Purnama @basukibtp, Rabu (9/5/2018). Lewat fitur Insta Story, mereka juga mengajak para pendukung mendoakan agar kerusuhan itu segera terkendali. Linimasa banyak berisi postingan yang mempertanyakan kondisi dan kabar Ahok terkait rusuh yang terjadi pukul 22.00 WIB, Selasa (8/5/2018) tersebut.


"Pak Ahok baik-baik saja. Mari kita berdoa, semoga situasi cepat kondusif kembali," tulis tim BTP.
Hal senada disampaikan adik Ahok, Fifi Lety Indra. Fifi meyakini Ahok aman dan dalam lindungan Tuhan.
"Dari semalam sampai pagi ini banyak telepon dan WA dari wartawan maupun kenalan, tanya kondisi Bapak. Jawaban saya sudah saya post di sini. Karena masih banyak yang tanya soal aman-tidak dll karena ada kerusuhan semalam. Makanya saya jawab lagi sudah, percaya, aman, doa Mazmur 91 kalau Bapak aman dalam lindungan-Nya," tulis Fifi di kolom komentar postingan Instagram, Rabu (9/5).
Hingga kini, situasi Mako Brimob masih tegang. Polri meminta masyarakat menyikapi kerusuhan ini dengan tenang. Polri juga mengimbau masyarakat tidak terhasut oleh informasi yang tidak jelas yang beredar di media sosial terkait kerusuhan di Mako Brimob.
"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terhasut informasi yang ada di media sosial yang beredar," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen M Iqbal di Mako Brimob, Depok, Rabu (9/5).
"Foto dan informasi yang beredar di media sosial jangan dipercaya. Mari kita saring dulu sebelum memvonis bahwa itu benar," lanjutnya.
Sumber : detiknews.com

18 Jam Rusuh Mako Brimob: 6 Kantong Jenazah, 6 Peti, Tanpa Penjelasan


18 Jam Rusuh Mako Brimob: 6 Kantong Jenazah, 6 Peti, Tanpa Penjelasan
Jakarta, Berita Pojok - Sudah lebih dari 18 jam rusuh di Mako Brimob terjadi dan sudah enam kantong jenazah dibawa ke RS Polri, tapi belum ada pernyataan petinggi Polri soal kejelasan peristiwa ini. Apa yang sebenarnya terjadi?
Pantauan detikcom, enam kantong jenazah dan enam peti dibawa ke di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (9/5/2018), sekitar pukul 12.30 WIB. Namun belum diketahui jenazah siapa dalam kantong kuning tersebut. Pihak kepolisian belum mau memberikan penjelasan.
Demikian pula soal kabar adanya polisi yang disandera, pihak kepolisian hanya menuturkan sampai saat ini masih dilakukan negosiasi.

"Kita belum bisa sampaikan itu, bahwa sekarang masih proses negosiasi," kata Iqbal ketika ditanya tentang ada-tidaknya anggota kepolisian yang disandera di Mako Brimob, Rabu (9/5/2018).
Selebihnya belum ada penjelasan detail peristiwa kerusuhan yang terjadi sejak pukul 19.30 WIB, Selasa (8/5/2018) tersebut.
Berikut perkembangan detik demi detik kerusuhan di Mako Brimob:
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan kerusuhan terjadi pada Selasa, 8 Mei 2018, pukul 19.30 WIB. Kerusuhan ini dipicu soal makanan bagi narapidana. Pada pukul 23.50 WIB, sembilan polisi berjaga lengkap dengan senjata laras panjang, pukul 00.12 WIB polisi memasang kawat berduri di gerbang pintu masuk Mako Brimob.
Pukul 00.51 WIB, polisi memperketat penjagaan, polisi mensterilisasi area depan Mako Brimob sampai radius 100 meter. Pukul 01.00 WIB, Rabu (9/5/2015), Karo Penmas Polri Brigjen M Iqbal memberi keterangan pers bahwa situasi masih dalam penanganan petugas dan mohon doa masyarakat.
Pada pukul 01.08 WIB, polisi menutup jalan dengan memarkir mobil Patwal pada jarak 200 meter dari pintu Mako Brimob. Penutupan arus lalu lintas masih berlangsung sampai sekitar pukul 11.40 WIB.
Pukul 06.24 WIB, polisi bersenjata lengkap kembali datang diikuti dua mobil TNI, yang masuk pukul 07.09 WIB. Pada pukul 08.12 WIB, dua ambulans masuk ke Mako Brimob. Tak lama kemudian, pukul 08.42 WIB mobil Inafis Polri masuk ke Mako Brimob. Pada pukul 09.03 WIB, lima mobil ambulans masuk ke Mako Brimob. Tak lama kemudian, ada informasi empat orang yang terluka akibat insiden ini dirawat di RS Bhayangkara milik Brimob Polri.
Pukul 10.30 WIB, Mako Brimob masih dijaga ketat. Barisan polisi bersenjata lengkap membatasi siapa pun yang tak berkepentingan masuk. Ada dua mobil Barracuda yang bersiaga.
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto memberikan penjelasan situasi sudah terkendali pada pukul 11.00 WIB. "Saat ini sudah terkendali," kata Setyo kepada detikcom, Rabu (9/5/2018).
Ia belum mau memberikan keterangan lebih jauh mengenai peristiwa itu. Setyo mengaku belum memiliki data-data terkait kejadian itu.
"Semua informasi dikumpulkan di Pak Iqbal (Karo Penmas Divisi Humas Polri). Saya sedang di Surabaya, mau terbang ke Jakarta," imbuhnya.

Sumber : detiknews.com