Senin, 30 April 2018

Hendardi: Aksi Intimidasi Massa #2019GantiPresiden Bentuk Kemunduran Demokrasi

Hendardi: Aksi Intimidasi Massa #2019GantiPresiden Bentuk Kemunduran Demokrasi - Hallo sahabat Berita Terbaru 2017, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Hendardi: Aksi Intimidasi Massa #2019GantiPresiden Bentuk Kemunduran Demokrasi, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel #2019GantiPresiden, Artikel Hendardi, Artikel Jokowi, Artikel Pilpres 2019, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca. Jasa Pembuatan Website | Servis AC Kemang | Servis AC Pondok Indah | Servis AC Jaksel

Judul : Hendardi: Aksi Intimidasi Massa #2019GantiPresiden Bentuk Kemunduran Demokrasi
link : Hendardi: Aksi Intimidasi Massa #2019GantiPresiden Bentuk Kemunduran Demokrasi
Menyediakan : Jasa Pembuatan Website | Servis AC Kemang | Servis AC Pondok Indah | Servis AC Jaksel

Baca juga


Hendardi: Aksi Intimidasi Massa #2019GantiPresiden Bentuk Kemunduran Demokrasi


Ketua SETARA Institute, Hendardi
JAKARTA, Berita Pojok - Dalam acara Car Free Day, pada Minggu (29/4/2018) kemarin, telah terjadi intimidasi oleh sekelompok warga yang menamakan dirinya Gerakan #2019GantiPresiden atas beberapa warga yang menggunakan kaus dengan hashtag #DiaSibukKerja.
"Intimidasi atas pilihan yang berbeda adalah kemunduran demokrasi," kata Ketua SETARA Institute, Hendardi dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/4/2018).
Menurutnya, setiap warga negara mendapatkan jaminan peraturan perundang-undangan untuk mengekspresikan pandangannya termasuk preferensi politiknya secara bebas.

Lebih lanjut, ia menerangkan, intimidasi sesama warga disebabkan oleh perbedaan pilihan, dan afiliasi politik nyata-nyata mengancam salah satu kebebasan sipil paling dasar yang dijamin konstitusi.
Dalam kaca mata hukum, lanjut Hendardi, persekusi dan tindakan intimidasi demikian merupakan tindakan melanggar hukum yang dapat dimintakan pertanggungjawaban sesuai mekanisme hukum pidana.
"Melihat konteks peristiwa tersebut, pemerintah daerah dan aparat kepolisian hendaknya melakukan tindakan presisi untuk mencegah berulang, dan maraknya intimidasi terhadap sesama warga karena perbedaan pilihan politik," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta kepada Pemerintah DKI Jakarta, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur untuk mengevaluasi secara adil penggunaan CFD dan ruang publik lainnya untuk kegiatan kampanye politik.
"Selain itu, setelah peristiwa intimidasi yang terjadi kemarin, aparat hendaknya melakukan tindakan polisional yang lebih memadai, untuk melakukan pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang dan meluas," jelas Hendardi.
Ia menambahkan, aparat kepolisian dapat mengambil tindakan hukum, mulai dari pembinaan hingga penangkapan, untuk memberikan efek jera dan mengantisipasI kerawanan di tahun politik elektoral 2018 dan 2019.

Sumber : netralnews.com


Demikianlah Artikel Hendardi: Aksi Intimidasi Massa #2019GantiPresiden Bentuk Kemunduran Demokrasi

Sekianlah artikel Hendardi: Aksi Intimidasi Massa #2019GantiPresiden Bentuk Kemunduran Demokrasi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya. Jual-Beli Komputer dan laptop depok | Servis AC Kemang | Servis AC Pondok Indah | Servis AC Jaksel

Anda sekarang membaca artikel Hendardi: Aksi Intimidasi Massa #2019GantiPresiden Bentuk Kemunduran Demokrasi dengan alamat link https://beritaterbaru7-q.blogspot.com/2018/04/hendardi-aksi-intimidasi-massa.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar